Berikut ini tanya jawab : Koleterol & Trigliserida
Ibu Sita yang terhormat,
Saya ibu dua anak berusia 55 tahun. Baru-baru ini saya general check up. Hasilnya cukup mengejutkan, lo. Masakan saya yang bobot tubuhnya ideal begini (tinggi 158, berat 52 kilogram), dinyatakan berkolesterol tinggi, 285. Bukan cuma itu kadar trigliserida saya pun cukup tinggi. Saya lupa berapa tepatnya, tetapi lebih tinggi 25 - 30 point dari nilai yang ideal.
Sebetulnya dokter sudah menjelaskan apa itu kolesterol apa pula yang dimaksud trigliserida !, tetapi saya belum terlalu jelas. Saya juga sudah diminta konsultasi dengan ahli gizi, namun sampai sekarang belum saya lakukan. Bukan apa-apa, saya ini suka makan enak kalau disuruh pantang-pantang, mana mungkin saya bisa mematuhinya.
Akhir-akhir ini saya suka sakit kepala. Jadi, saya takut juga kalau-kalau kolesterolnya makin meningkat. Karena itu saya berharap sekali, Bu Sita suka menolong saya membuatkan menu yang enak dan tidak membuat saya merasa seperti sedang diet. Atas perhatian Bu Sita saya ucapkan terima kasih.
Ny. Sinta Setiabudi - Jakarta Selatan
Ny. Sinta Setiabudi - Jakarta Selatan
Ibu Sinta yang terhormat,
Baik sekali ibu mau mengikuti general check up. Jarang-jarang, lo, Bu orang mau memperhatikan kesehatan diri sendiri. Apalagi seperti kata Ibu, bobot Ibu sudah ideal.
Walau hasilnya cukup mengejutkan, jangan khawatir, Bu. Kadar kolesterol Ibu memang melebihi batas normal yang seharusnya kurang dari 200 mg/dl, sedangkan kadar trigliserida yang normal atau tidak mempunyai risiko adalah 150 mg/dl. Tetapi jika Ibu mau mengatur makanan, semua dapat dikendalikan.
Ada tiga jenis lemak dalam makanan, yaitu kolesterol, fosfolipid, dan lemak netral (trigliserida). Kolesterol berfungsi sebagai bagian yang penting dari dinding sel dalam tubuh, merupakan isolasi dari susunan syaraf dan otak, penting untuk pembentukan hormon sex pada pria dan wanita, serta hormon kelenjar anak ginjal.
Sedangkan trigliserida adalah lemak darah yang berfungsi sebagai cadangan tenaga yang diperlukan dalam batas normal. Trigliserida tidak hanya berasal dari lemak makanan, tetapi juga dari makanan yang mengandung hidrat arang, seperti gula, nasi, kue-kuean, dan makanan yang mengandung tepung. Dalam jumlah normal mengkonsumsi makanan yang mengandung hidrat arang tidak apa-apa, namun bila berlebihan akan menyebabkan trigliserida darah menjadi tinggi yang tidak baik bagi kesehatan jantung.
Tampaknya Ibu cukup banyak mengkonsumsi lemak terutama lemak jenuh, sehingga lemak dalam darah Ibu meningkat. Kelebihan ini dapat menyebabkan gangguan yaitu penimbunan pada dinding arteri yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung.
Perlu Ibu ketahui, kolesterol tidak hanya berasal dari makanan saja, karena tubuh kita mampu menyediakan kolesterol. Sekitar 1.000 mg sehari kolesterol dibuat oleh tubuh kita. Jumlah ini tergantung dari jumlah kolesterol yang kita makan. Makin banyak masukan kolesterol, makin banyak tubuh memproduksi kolesterol dan sebaliknya.
Umumnya makanan yang berasal dari hewan mengandung lebih banyak kolesterol dibandingkan dengan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Dengan jalan mengatur makanan yang dikonsumsi setidaknya dapat mengurangi kadar kolesterol. Dengan berat badan yang sudah ideal, Ibu dapat mengkonsumsi kalori sebanyak 1700 - 1900 kalori sehari. Dalam mengatur makanan Ibu, perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
- Batasi penggunaan lemak.
- Batasi penggunaan bahan makanan yang mengandung banyak kolesterol.
- Gunakan sebagian besar lemak berjenis tak jenuh.
- Bahan makanan yang mengandung lemak jenuh:
Lemak hewan seperti; kambing, babi, sapi, susu full cream, mentega, keju, Kelapa, minyak kelapa, margarin, alpukat
- Bahan makanan yang mengandung lemak tak jenuh:
Minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti minyak kacang kedelai, minyak jagung, minyak kacang tanah
- Makanan sumber kolesterol:
Bahan makanan berasal dari hewani: otak, kuning telur, hati, limpa, jantung, daging, udang, kepiting, susu dan hasil produknya seperti keju dan mentega
- Cara pengaturan diet:
- Hindarkanlah penggunaan bahan makanan sumber lemak jenuh dengan sumber lemak tak jenuh
- Perbanyak makan ikan atau ayam sebagai pengganti daging yang di batasi penggunaannya hingga tiga kali seminggu
- Hindarkan penggunaan bahan makanan sumber kolesterol
- Batasi penggunaan kuning telur, maksimal 3 butir per minggu
- Gunakan tahu, tempe dan hasil kacang-kacangan lebih sering
- Batasi makanan sumber karbohidrat tak kompleks seperti sirop, dodol, coca-cola, bila berat badan berlebih
- Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan
- Hindari lemak daging, pilih daging yang kurus
- Hindari menggoreng sebanyak mungkin (sedap-sekejap.com)

terima kasih atas infonya..
BalasHapusbaca juga tulisan kami http://repository.unand.ac.id
blog's haryoshi
trims bnyak skali....
BalasHapussngat mmbntu.