Rabu, 01 Desember 2010

MENGATASI TRIGLISERIDA TINGGI..?

trigliserida tinggi

Kemarin saya melakukan tes darah untuk menambah diagnosis terhadap penyebab suka marah-marah hipertensi saya. April tahun 2007 yang lalu, ketika tekanan darah saya mencapai 160/110, semua indikator berada dalam tingkat normal. Dokter mengatakan bahwa naiknya tekanan darah saya bukan diakibatkan oleh sesuatu dari dalam tubuh saya. Mungkin ada lelembut bawa pompa dan memaksa jantung saya memompa darah kuat-kuat dengan volume darah sebanyak-banyaknya. Halah… omongan ngawur!

Hasil tes darah kemarin adalah:



   1. Trigliserida tinggi (kalau tidak salah 189, normalnya < 150)
   2. Asam urat (uric acid) tinggi. Kadar asam urat saya 9,5 padahal seharusnya < 7
   3. Kekentalan darah meningkat


Tekanan darah saya Senin kemarin adalah 160/90 dan 150/90. Dokter mengukur dua kali dengan selang waktu sekitar lima menit.

Saya diberi:

   1. Captopril 12,5mg untuk tekanan darah saya
   2. Zuloric 100mg untuk asam urat saya
   3. Therodon untuk memusnahkan sakit kepala saya. Yang ini hanya diminum jika sakit kepala.

Senin (21/4) lalu saya mengalami vertigo. Kepala buyer nggak karuan. Semua benda saya rasakan berputar hebat sehingga saya tidak mampu menangkat kepala. Bahkan membuka mata pun rasanya seperti teror yang dilakukan oleh Bush dalam memporak-porandakan Irak. Senin – Kamis minggu lalu saya tidak ngantor.

Saya mendapati bahwa diri saya sudah masuk ke dalam sebuah era baru. "Era di mana asam urat dan trigliserida saya melebihin normal". Sungguh di luar dugaan saya karena saya merasa sudah menjaga pola makan saya. Sudah lama saya menghindari makan jeroan semua binatang. Namun ternyata jeroan saja tidak cukup. Karena tahun lalu asam urat saya berada pada tingkat “desireable“, saya tidak berpantang pada melinjo dan daunnya, bayam, brokoli, buncis, daun singkong, dan sayuran-sayuran berwarna hijau tua lainnya. Saya hanya berpantang makan daging kambing banyak-banyak. Hehehe… kalau ada yang mau mentraktir sop kambing saya masih menerima. Eh… tidak tahunya asam urat saya tahun ini tinggi.

Selama ini saya memandang sebelah mata pada trigliserida. Tidak tahunya, stroke berkaitan dengan tingginya kadar trigliserida. Waks… Bukan hanya itu, kalau sampai terjadi dislipidemia atau kelainan metabolisme lemak, bukan hanya stroke saja yang mengancam melainkan juga PSK eh, PJK (Penyakit Jantung Koroner). Sobat saya di Bali, Komang Arya, pada usianya yang baru 33 tahun telah terkena PJK. Kemarin dokter meminta saya agar mulai berhati-hati dan menyarankan saya mengambil paket medical check-up yang mengarah ke jantung dan ginjal.

Sudah pasti saya harus mengurangi konsumsi lemak apabila ingin mengurangi risiko PJK. Lagipula saya memang sudah kelebihan berat badan. Dengan TB hanya 163cm saya memiliki BB 80kg. Benar-benar tidak tahu diri. Mentang-mentang sudah beristri badan tidak dijaga agar tidak selangsing Caplang. Huh, daripada selangsing Caplang, mending dikasih TB setinggi homok satu ini.

batas kadar lipid dalam darah

    “Jagalah sehatmu sebelum datang sakitmu.”

Sehat memang suatu berkah yang tidak dapat diperkirakan nilainya. Menjaga kesehatan sangat murah tetapi kadang-kadang kita memilih yang mahal-mahal dan melupakan betapa murahnya biaya menjaga pola hidup sehat plus olahraga sehingga pada akhirnya kita baru sadar ketika biaya sehat sudah menjadi sangat mahal karena penyakit-penyakit yang kita derita. Soal hipertensi, keluarga saya memang ahlinya. Kakek (dari bapak), bapak dan abang saya semuanya hipertensi. Saya juga ternyata tidak lepas dari garis keturunan penderita hipertensi. Kakek meninggal karena stroke. Kalau PJK, bisa jadi Bu Lik saya (adik Bapak saya, satu bapak lain ibu) terkena serangan jantung waktu meninggal. Beliau meninggal mendadak begitu selesai melayani Pak Lik makan siang. Orang-orang kampung mengatakan mereka yang meninggal mendadak sebagai terkena masuk angin duduk yang sejatinya bisa saja karena serangan jantung.

Teman saya menganjurkan saya untuk bekam. Ada pula yang menganjurkan produk-produk MLM untuk dikonsumsi. Waduh… Saya tentu saja ingin kembali menormalkan semua hal dalam tubuh saya. Makan buah merupakan hobi saya karena buah-buahan membuat saya sehat walaupun ternyata makan buah saja juga tidak cukup. Apakah Sampeyan punya saran mengenai cara untuk menurunkan asam urat dan trigliserida?
(moharifwidarto.com)
http://www.trigliserida.com/

6 komentar:

  1. Memang masalah kesehatan itu sangat kompleks, trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi, LDL tinggi juga ngga??

    Pola hidup sehat memang terkadang sangat menyulitkan, tidak cukup hanya dengan makan buah saja, apalagi kalau makan makanan lainnya jauh lebih banyak daripada buahnya, ya sama aja oblong! Hal yang terbaik juga jangan stres dan juga perbanyak jalan kaki. Yang terbaik adalah biasakan jalan kaki, bukan biasakan jalan kaki muter2 komplek perumahan satu jam tiap hari sudah itu sisanya naik mobil! Efeknya sangat beda menurut penelitian modern! Tapi zaman sekarang susah yaa?? Mau naik angkot jalan sedikit aja sampai ketemu angkot sudah males, apalagi naik angkotnya gengsi! Ya udah, memang sulit untuk menjaga pola hidup yang sehat zaman sekarang.

    Dan ada satu faktor lagi yang sulit dihindarkan. Yaitu faktor genetis. Pada beberapa orang, mengkonsumsi makanan berlemak atau berkolesterol tinggi tapi tetap sehat dan hitungan kolesterolnya (LDL) tetap rendah, sedangkan pada sebagian orang lain, dietnya zero cholesterol tapi tetap hitungan LDL/kolesterol jahatnya tinggi, ini adanya gen hypercholesterolemia. Juga pada kasus trigliserida (trigliserol) dan lain sebagainya faktor genetis juga sangat berperan…..

    Catatan: faktor genetis berbeda dengan faktor hereditas!

    BalasHapus
  2. suami saya juga darah tinggi dan "trigliserida tinggi", serta punya diabetes. Yang diatur adalah pola makannya, makan buah dan sayur banyak-banyak, terus makanannya tak ada yang digoreng (pepes, rebus, bakar). Akibatnya seluruh rumah ikutan diet…dan menjadi terbiasa tak makan gorengan….dan ternyata enak kok. Badan lebih segar, berat badan nggak melonjak.

    Sebetulnya yg berbahaya adalah kalau jajan di luar, karena ada kemungkinan minyak gorengnya nggak sekali pakai….kalau terpaksa ingin gorengan, masak makanan rumah saja…dan sebelum dimakan di tus (apa ya bahasa Indonesia nya), pakai tisue, sehingga minyaknya ga terlalu banyak.

    BalasHapus
  3. Kondisi saya miring dengan Pak Komang di Bali. Saya laki2, umur 48, tinggi 161. Saya rutin check up setahun 1-3 kali mulai 2001 sampai sekarang 2012 (sudah 12 tahun). Perkembangan saya 2001->2012 sbb : BB (70.0->80.7 kg), tensi (130/80->145/95 skrg dengan obat), asam urat (11.8->9.7, dengan kisaran 8.3 s/d 11.8), trigliserida (264->460, dengan kisaran 264 s/d 723). Total kolesterol normal 180-198, gula darah puasa normal 69-86. Jantung & ginjal saya normal. Mohon untuk teman-teman yang ada kasus serupa bisa sharing dengan saya di rozyaulia89@gmail.com. Salam saya, Rozy Aulia-Sidoarjo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pak saya 28th, perempuan, tinggi badan 164 berat 43-45kg (suka naik turun dikisaran itu) iseng iseng cek gula darah dan asam urat..kaget banget pas atau asam uratnya 11.8..blum pernah periksa ke dokter sih..blum juga diet atau pantang apa2, td aja baru makan duren (buah kesukaan saya) hihiihi...kaki ya suka sakit2 gitu terutama lutut dan pergelangan kaki, sakit banget kl naik turun tangga..selebihnya sih biasa..kaya pegel2 gt kaya orang kecapean aja..kl udah tidur juga ilang, tp pas sakit kalo bangun tidur.. kalo kaya gitu mesti ke dokter yah? pas cek up mahal gak?

      Hapus
  4. terima kasih infonya sangat bermanapaat sekali

    BalasHapus